
Mentari,
Sore ini kau begitu menawan,
Cahayamu yang kuning membentang luas,
Terpaanmu yang gagah menapaki daun kehidupan,
Memeluknya dengan kasih keabadian.
Kini kunantikan dirimu sampai,
tuk menerangi hatiku kembali.
Karna aku rindu,
pada kehangatan yang menenangkan itu.
Sore ini, di atas rerumputan yang hijau,
Kuperdengarkan kembali senandung indah masa kecil.
Lagu merdu yang mendamaikan hati,
menemaniku tuk terus menatapmu,
yang tlah merah bersimba darah kini,
dan kan segera meninggalkanku,
sendirian,
di jurang kegelapan malam.
Langit,
Aku ditinggal mentari,
Aku sendiri,
dingin dan sepi.
Aku ingin kau menarikku ke atas sana kini.
Jadikanlah aku sebagai awan putihmu,
Supaya aku dapat terbang bebas,
Lalu turun sebagai hujan,
Memberikan tetes demi tetes kehidupan di atas tanah itu.
Lalu lenyap untuk selamalamanya.

2 komentar:
Puisinya kontradiktif dan sedih....terlalu pasrah malah! Fight cloud!...for your own good!
Banyak yang membuatku merenung dalam neh kak.
Thanks. Mpe gak tau harus berucap apa buat supportnya. Pokoknya Thanks bgt ya.
Sipp, ku kan coba dan berusaha yang terbaik. :)
Posting Komentar