
Malam ini
terpaan angin menusuk tulang
Aku terdiam
memandang langit malam kelam
merenung aku menatap bintang
berandai-andai hingga anganku melayang
larut dalam bayangan malam
Malam ini
dingin menjalari tubuhku
selimut merah itu tak lagi mampu menghangatkanku.
tidak ! Aku tak butuh selimut lagi.
Malam ini ku inginkan hal yang lain.
Kuinginkan, di malam ini
kurebahkan ragaku
yang lelah akan penat kehidupan.
Kuingin malam ini
kurebahkan jiwaku
yang lunglai akan derita kehidupan.
Kuingin malam ini
kurebahkan wajahku
pada anak manusia, yang penuh kasih sayang.
Kuingin malam ini
kurebahkan diriku padamu,
wahai manusia berdada bidang.
Sekedar untuk menemaniku menikmati malam
Sekedar untuk menemaniku menikmati bintag
Sekedar untuk ku mencicipi kasih sayang
Sekedar untuk ku mencicipi kehangatan...Cinta

6 komentar:
kunjungan balik.... :)
puisinya romantis. Sederhana tapi sarat makna. Like this!!!
cloud.....nice name! But somehow I feel that your name representing your mind, your thought, yourself........cloud....
Anyway, it took me an hour to read all of your posting....and I like it! Keep struggling with your life cloud!
Kunjungan pertama.....salam kenal!
ehmmmm... berdada bidang... nice Cloud
Apisindica | Makasi :) hehe, itu sebenarnya angan-angan yang gak terlampiaskan :)
BaS | Well, maybe that’s me, and I Think you’re right.
Wow ! I really glad with you. Thanks.
Surely and certainly friend :)
Salam kenal juga :)
Sinyo | Makasi ya kak, jadi malu ney, hehehe :D
Posting Komentar